Rabu, 06 Februari 2013

Beginilah Kejamnya Pabrik Kulit Asli Ular

Bisnis ular sampe sekarang memang masih menggiurkan dikarenakan hampir semua bagian tubuh ular bisa bermanfaat, contoh Dari ular selain bisa dimakan dagingnya atau dijadikan bahan makanan olahan, kulitnya juga bisa dijadikan aksesoris yang diperlukan wanita mulai dari sepatu dari kulit ular, tas dari kulit ular dompet kulit ular dan semua yang berbahan kulit daru ular..klo dipikir lagi semua untuk mempercantik tampilan wanita tapi klo diinget lagi prosesnya yang rada kejam, apa mau wanita memakai bahan ini sebagai asesorisnya.

Sumber

BALI makin bening, punya bandara Internasional baru & tercantik se Indonesia

Pembangunan Bandara Ngurah Rai sulit
Jumat, 1 Februari 2013 21:46 WIB

Nusa Dua (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa proyek pembangunan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, untuk memfasilitasi perhelatan APEC Summit 2013 memiliki tingkat kesulitan tinggi. "Jadi ini salah satu pembangunan bandara yang sulitnya bukan main karena dibangun di lokasi bandara lama," kata Dahlan saat mengunjungi kompleks Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat. Menurut Dahlan, kesulitan utamanya adalah pembangunan di bagian yang baru harus dilakukan di bagian yang lama, sehingga harus dilakukan pembongkaran. "Kalau disini mau bangun apron saja harus bongkar yang lama, itu kesulitan utamanya," katanya.
Kesulitan serupa, kata dia, tidak akan terjadi jika pembangunan dilakukan di lokasi lain yang benar-benar baru. "Misalnya sekarang Surabaya bangun yang baru tapi terpisah dengan bandara yang lama, sehingga itu yang menjadi kesulitan utama di sini (Bali)," ujarnya. Meski demikian, Dahlan mengaku pembangunan bandara bisa selesai akhir Juni. Dia juga menyampaikan hingga saat ini pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 55 persen.
Dalam kunjungan itu, Dahlan melihat progres pembangunan bandara untuk kesiapan Bali sebagai tuan rumah Asia Pacific Economy Cooperation (APEC) Oktober ini. Dia mengamati hasil pembangunan yang dimulai sejak 2009. Menurut Dahlan, dia cukup puas dengan progres pembangunan yang berjalan. Namun, karena pembangunannya dilakukan di lokasi bandara lama, proyek harus membongkar bagian bangunan lama saat akan membangun yang baru
 Bandara Ngurah Rai Terbaik Se-Indonesia
Jumat, 1 Februari 2013 | 14:52 WIB

BADUNG, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara terbaik se-Indonesia. Hal itu dinilai dari tingkat kesulitan pembangunan bandara. "Baik dari sisi desain, pembangunan hingga sekuritinya, Bandara Ngurah Rai adalah bandara terbaik se-Indonesia," kata Dahlan saat mengecek pembangunan Bandara Ngurah Rai di Badung, Bali, Jumat (1/3/2013). Menurut Dahlan, tingkat kesulitan pembangunan Bandara Ngurah Rai ini lebih sulit dibandingkan dengan Bandara Juanda Surabaya. Sebab, bandara ini dibangun di tengah bangunan bandara lama. Beda dengan Bandara Juanda yang dibangun di lahan baru.

Salah satu tingkat kesulitan pembangunan bandara di Bali ini adalah pembangunan bagian atap bandara berlantai tiga tersebut. Di atap ini akan ditaruh rangkaian baja dengan bentangan 60 meter. "Yang susah adalah atap ini dirancang di Surabaya, dibongkar, dikirim ke Bali terus dirancang lagi satu per satu," ujarnya. Saat ini, pembangunan bagian atap bandara internasional sudah mencapai 70 persen. Namun, pembangunan bandara internasional ini secara keseluruhan baru 55 persen. Jika jadi, pembangunan bandara ini akan mampu menampung jumlah penumpang sebesar 25 juta orang pada 2025. Saat ini, jumlah penumpang bandara ini sebesar 13,5 juta penumpang. "Kita optimistis bandara ini akan selesai pada Oktober 2013, tepat pelaksanaan APEC mendatang," ujarnya.
Berikut Beberapa Gambarnya :


 Bandara Ngurah Rai Baru Lebih Moderen Dari Soekarno-Hatta
Kamis, 29/11/2012 16:21 WIB

Jakarta - Bandara Ngurah Rai Bali atau yang bakal disebut The New Ngurah Rai Airport, akan menjadi bandara yang moderen melebihi bandara internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, bandara Ngurah Rai saat ini sedang dikerjakan secara keroyokan oleh BUMN kontruksi. Nantinya bandara baru ini akan memiliki standar perelengkapan dan keamanan seperti bandara-bandara di Amerika Serikat (AS). "Peralatan keamanan, check in, security, itu sudah memenuhi standar di Amerika, Soetta (Soekarno-Hatta) belum punya. Peralatan untuk bagasi, peralatan di Soetta bintang 3, di Bali bintang 5," tutur Dahlan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Selain itu, Dahlan mengaku terpesona dengan desain baru The New Ngurah Rai Airport ini saat dirinya mengunjungi proyek tersebut kemarin. "Dari segi performance bandara moderen, arsitekturnya ada Bali ada moderennya. Dari segi luas, jauh dari sekarang," tambahnya. Selain itu, mantan Dirut PLN ini menjelaskan, Ngurah Rai baru ini nantinya akan memiliki lahan parkir raksasa yang bisa menampung mobil dalam jumlah besar. "Tanggal 22 Desember (2012) gedung parkir sudah mulai digunakan. Separuh gedung parkir 5 lantai. Bisa muat 1.000 mobil untuk satu lantai, totalnya 5 ribu (total parkir kendaraan)," tegas Dahlan.


Sumber

Kipas Hitam ,Perkumpulan Berbahaya di Indonesia


Meski kalah perang, Jepang tak mau menyerah begitu saja. Untuk menghadapi Sekutu, dibentuklah sejumlah perkumpulan rahasia. Anggota Kipas Hitam membantu gerakan Dood alle Inlanders (bunuh semua bangsa Indonesia).
Setelah Jepang menyerah terhadap Sekutu pada 14 Agustus 1945, Departemen Propaganda (Sendenbu) di bawah pimpinan Hitoshi Shimizu berusaha melakukan perlawanan. Dia mendirikan perkumpulan rahasia Ular Hitam, berisi orang-orang Indo-Belanda bermarkas di Bogor; Chin Pan, menampung orang-orang Tionghoa; dan yang terpenting adalah Kipas Hitam.
“Kipas Hitam dibentuk untuk mempersiapkan orang-orang Indonesia melakukan perang kemerdekaan di bawah bimbingan Jepang,” tulis Joyce C. Lebra dalam Tentara Gemblengan Jepang.
Menurut Aiko Kurasawa dalam Mobilisasi dan Kontrol, Shimizu adalah seorang propagandis profesional yang memulai kariernya di China pada 1930-an. Dia kembali ke Jepang pada 1940 dan bergabung dengan Persatuan Pembantu Pemerintahan Kekaisaran (Taisei Yokusankai), organisasi massa bentukan pemerintah Jepang, yang kemudian menjadi model bagi Jawa Hokokai. Dia juga bergabung dengan Toa Remmei (Federasi Asia Timur).
Shimizu, sebagai dikutip Lebra, ingat, “Saya berafiliasi dengan Toa Remmei di masa lalu, dan saya punya gagasan untuk mengembangkannya di Indonesia sebuah gerakan spiritual populer yang mencerahkan, yang bisa disebut sebagai gerakan Asia.”
Shimizu sempat berhenti dan bekerja di Biro Penerangan Kabinet (Naikaku Johokyoku), hingga ditarik oleh Angkatan Darat ke-16 sebagai atase sipil yang bertugas militer dan bertanggungjawab atas propaganda di Indonesia. Di sinilah ide-idenya direalisasikan, dengan membentuk organisasi-organisasi massa yang akan dimobilisasi untuk memberi dukungan politik bagi kepentingan perang Jepang.
Shimizu dekat dengan orang-orang Indonesia, dari kalangan pemuda maupun tokoh nasional seperti Sukarno-Hatta. Dia memberikan rumah di Pegangsaan Timur 56 dan mobil limusin Buick –kelak menjadi mobil kepresidenan– untuk Sukarno. Menjelang proklamasi, dia membantu mencarikan kain merah putih untuk bahan Fatmawati membuat bendera.
Dia berperan dalam pembentukan organisasi massa yang menggerakkan dukungan politik bagi Jepang: Gerakan Tiga-A (Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia), Pusat Tenaga Rakyat, Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Rakyat), dan Shuisintai (Barisan Pelopor).
Dia juga mendirikan Asrama Angkatan Muda di Menteng 31, yang menyediakan tempat bagi para pemuda untuk mendapatkan pendidikan politik. Pembentukan sejumlah perkumpulan rahasia menjadi salah satu upaya terakhirnya di tengah kekalahan perang Jepang.
Kipas Hitam bukanlah khas Indonesia. Menurut R-H. Barnes dalam Fransiskus/Usman Buang Duran: Catholic, Muslim, Comunist, Kipas Hitam bersama Banteng Hitam dan Naga Hitam merupakan bagian dari Perkumpulan Naga Hitam (Kokuryukai).
Perkumpulan Naga Hitam merupakan kelompok ultranasionalis paramiliter Jepang yang dibentuk pada 1901 oleh Ryohei Uchida. Perkumpulan ini menerbitkan jurnal dan menggelar sekolah pelatihan spionase, yang dikirim untuk mengumpulkan informasi dari Rusia, Manchuria, Korea, dan China. Selain itu, organisasi ini menekan para politisi Jepang agar mengadopsi kebijakan luar negeri yang kuat. Kokuryukai mendukung Pan-Asianisme.
“Para anggota Perkumpulan Naga Hitam melakukan aksi bersenjata, provokasi dan pembunuhan guna kepentingan rezim kekaisaran. Terutama saat penaklukan Manchuria (China), mereka melakukan pembunuhan dan propaganda yang aktif dan efektif,” tulis Peter Schumacher dalam Een Bende op Java.
Di Indonesia, suratkabar Persatoean mengindikasikan bahwa dana pembentukan Kipas Hitam berasal dari “fonds kemerdekaan” yang dikumpulkan Jepang selama pendudukan. Fonds ini dimaksudkan untuk kegiatan pemuda, pendidikan, dan bantuan bagi rakyat miskin. “Yang harus bertanggung jawab atas sebagian besar propaganda ini ialah Hitoshi Shimizu,” tulis Persatoean, 9 Mei 1946.

Tapi Shimizu tak bisa mengawal perkumpulan rahasianya. Dia keburu ditangkap Sekutu pada akhir 1945. Dia diinterogasi di Jakarta dan mengaku bertanggung jawab atas propaganda supaya penduduk membeci segala bangsa berkulit putih, terutama Belanda, “dan menyusun gerakan rahasia yang akan mampu bekerja atas kemauan sendiri, bila Jepang terpaksa menyerah sendiri, dia mendirikan Kipas Hitam,” tulis Soeloeh Ra’jat, 23 Agustus 1946.
Tanpa Shimizu, Kipas Hitam terus berjalan. Keberadaannya bahkan menarik perhatian banyak pemuda, dan juga Sutan Sjahrir. Dalam pamfletnya Perdjoengan Kita, Sjahrir menulis betapa perkumpulan rahasia Jepang, termasuk Kipas Hitam, mulai memberi pengaruh pada para pemuda. “Meskipun secara lahir para pemuda membenci Jepang, namun jiwa mereka telah terpengaruh oleh propaganda Jepang, sehingga tingkah laku dan cara berpikir mereka mencontoh Jepang. Ini terlihat dari kebencian mereka terhadap bangsa-bangsa asing, terutama Sekutu dan Belanda,” tulis Sjahrir.
Alih-alih melawan Sekutu, Kipas Hitam malah membuat kekacauan di sejumlah tempat. Di Bondowoso, misalnya, ditemukan selebaran dan pamflet, mengatasnamakan Kipas Hitam dan Pedang Samurai, yang berisi ancaman kepada polisi setempat. “Pedang Samurai yang selama perang hanya membuktikan kekejaman terhadap penduduk dan Kipas Hitam yang hanya mengacau dan merusak harus lenyap dari Indonesia,” tulis Pelita Rakjat, 2 Juli 1948.
Anggota Kipas Hitam pun harus berhadapan dengan para pemuda republiken. Soeara Rakjat, 1 Oktober 1945, memberitakan pemuda republiken menangkap 20 anggota Kipas Hitam di stasiun kereta api dan menyita sejumlah senjata. Penangkapan dilakukan oleh para pemuda kereta api, Barisan Pelopor, polisi, dan lain-lain. Pemuda kereta api juga menangkap empat anggota lainnya di sebuah terowongan kereta api dan menyita uang sebesar f.50.000.
Di Surabaya, dilakukan razia, terlebih tersiar kabar anggota Kipas Hitam membantu gerakan Dood alle Inlanders (bunuh semua bangsa Indonesia). Menurut Sutomo, para pemuda dan anak kampung sering memberhentikan mobil pembesar Jepang. Setelah berhenti, mereka memaksa penumpang turun, dan menginterogasi apakah kenal gerakan Kipas Hitam atau tidak. Jika tak kenal, mereka boleh melanjutkan perjalanan tapi dengan berjalan kaki. Mobil disita. “Alasan mencari kaki tangan Kipas Hitam terus digunakan oleh rakyat dan pemuda dalam usaha menambah jumlah kendaraan untuk Republik Indonesia,” kata Sutomo dalam Pertempuran 10 November 1945: Kesaksian dan Pengalaman Seorang Aktor Sejarah.

Gerakan Kipas Hitam perlahan memudar.
Di kemudian hari, Shimizu tetap menjalin kontak dengan Indonesia. Dia membentuk Asosiasi Kebudayaan Jepang-Indonesia dan, setelah tahun 1964, berusaha menghubungkan perkumpulan kebudayaannya dengan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang, yang diketuai Ratna Sari Dewi sejak Mei 1964. Dia kembali mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh yang pernah dia kenal di zaman Jepang pada 1977, termasuk menemui Fatmawati.

Sumber 

Konstruksi Gunung Padang Dirancang Arsitek Purba Ulung


Penelitian situs punden berundak terbesar di Asia Tenggara Gunung Padang, terus berlanjut. Dilihat dari konstruksinya, situs yang berlokasi di Cianjur, Jawa Barat, ini sudah dibangun manusia dengan sangat cerdas.
Arkeolog muda Universitas Indonesia Ali Akbar mengutarakan, ini menunjukkan fakta bahwa pembuat bangunan Gunung Padang adalah masyarakat yang sudah memiliki peradaban tinggi. "Meski tidak ada sumber tertulis, tapi pasti dibuat oleh masyarakat yang sudah berkehidupan teratur, sudah ada organisasi sosial. Namun, tidak harus organisasi sosial berbentuk kerajaan," tegasnya.
Ali bersama rekan-rekannya dalam Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang, melakukan penelitian di situs sejak tahun lalu, tepatnya Mei 2012. Temuan yang ada sampai saat ini, bahkan melebihi ekspektasi.
Kalau sebelumnya diperkirakan memiliki luas tiga hektare, ternyata peneliti menemukan luasnya bisa mencapai 15 hektare atau lebih. Sebab, bangunan Gunung Padang bukan hanya yang terdapat di bagian atas, melainkan juga ada struktur di bagian badan dan kaki bukit dalam bentuk terasering atau tingkatan-tingkatan yang meliputi seluruh gunung.


Para "arsitek"nya yang membangun Gunung Padang di masa lampau juga secara perencanaan serta perhitungan matang, hingga bangunan bisa bertahan lama.ru
Salah satu faktor utama adalah batu yang digunakan di Gunung Padang, yakni batu columnar joint, tipe batuan alami yang terbentuk karena proses geologi.
Batuan tersebut keluar dari perut bumi, menjelang sampai di permukaan tanah, mengering, lantas memecah. Pecahan umumnya berbentuk segilima, kemudian oleh manusia, diambil dan disusun.
"Susunannya luar biasa. Antara lain penyusunan batu-batu untuk menjadi (tangga) pijakan berdasarkan kecocokan lebarnya, sampai dapat memeroleh ketinggian lereng tanpa longsor. Tadinya saya pikir konstruksi ini cerdas, ternyata sangat cerdas," ungkap Ali yang juga menjadi pengajar untuk mata kuliah Arsitektur Bangunan Masa Prasejarah, Hindu, dan Buddha.
Dan arsitek-arsitek cerdas ini juga memaku bukit, tujuannya supaya tidak longsor; konstruksi dinding bagian luar Gunung Padang diatur sedemikian rupa seperti paku yang menancap.
Terlihat dari sisi utara, timur, dan barat ditancapkan batu seperti pasak-pasak sedalam 40-50 cm. Ali bertutur, "Pasak sudah memperkokoh dinding tanah pada bukit alami itu. Di sisi utara, batu ditancap dari arah utara ke selatan. Di sisi timur, ditancap dari timur ke barat, begitu sebaliknya di sisi barat".

  Sebuah terasering utara dekat tangga bagian bawah. Terasering semacam ini mengelilingi seluruh Gunung Padang. (Dok. Tim Terpadu Riset Mandiri)

 Semen
Lapisan di antara batu ini bukanlah batu keras--karena dapat dikikis--juga bukan tanah. (Dok. Tim Terpadu Riset Mandiri)
Ali memaparkan pula penemuan menarik terbarunya yang terdapat pada satu susunan batu, berupa semacam adonan perekat. "Kemungkinan mereka sudah mengenal 'semen'. Cerdasnya lagi, mereka tahu di mana harus menempatkan perekat—di tengah-tengah bebatuan," terangnya.
Sampel semen purba ini langsung diperiksa di laboratorium LIPI untuk memastikan campurannya. Di samping itu, masih diyakini ada banyak bagian dari bangunan Gunung Padang yang belum terungkap, sehingga Tim Terpadu Riset Mandiri akan terus melanjutkan penelitian di tahun 2013 ini.
Tim berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari berbagai disiplin, termasuk ahli geologi, ahlipaleosedimentologi, ahli filologi, sampai ahli geografi bentang lahan dan ahli astronomi.
(Gloria Samantha)
 Peta lokasi gunung padang
Gambar situs dari berbagai sumber