Senin, 13 Desember 2010

Idul Adha Sembelih Kucing!!

Cerita ini mungkin cukup menggelikan bagi sebagian orang. Namun tidak sedikit yang mual ketika mendengarnya. Bila Anda adalah penyayang binatang, khususnya kucing, sebaiknya Anda tidak usah melanjutkan untuk membaca tulisan ini.

Kisah ini berdasarkan atas pengalaman pribadi teman penulis. Segala bentuk kemiripan nama, tempat dan kejadian itu hanyalah kebetulan semata, karena semua hal tersebut telah disamarkan demi menjaga nama baik pihak-pihak yang terkait.

Kisah ini terjadi di tahun 2007. Tahun yang membuat Ahmad, salah seorang teman baikku, tidak pernah melupakan kejadian yang menimpa dirinya. Kisah ini berawal ketika Ahmad bertandang ke rumah temannya, Ashoek (sebut saja begitu), seorang seniman sangar lulusan salah satu perguruan tinggi seni di kota Yogyakarta tepat H+1 dari lebaran Haji, atau sehari setelah Idul Adha.

Ketika bertamu di rumah Ashoek, Ahmad merasa sangat senang ketika Ashoek menyuguhi dirinya hidangan makan siang berupa sate lengkap dengan nasi dan lalapan sambal nya. “Wah, Idul Adha memang membawa barokah ya sob”, ungkap Ahmad. Ashoek menimpali, “Iya bro. Makan aja semuanya, dihabiskan ya..”.


Begitu senangnya Ahmad, apalagi kala itu ia sedang sangat lapar-laparnya. Tanpa pikir panjang, ia melahap hidangan itu hingga hampir habis. Masih ada beberapa tusuk sate setengah matang yang belom selesai ia makan. Tiba-tiba Ahmad menyeletuk, “Sob, koq daging kambingnya kecil-kecil gini ta?.. Kalau di tempatku jatah daging kambingnya banyak sob, jadi lumayan gede-gede dah.. hahaha”. Ashoek cuma tersenyum saja.

“Lah masak satu porsi aku habisin ndiri neeh. Kamu masa cuma nonton gitu sob..” Si Ahmad juga tersenyum sembari mengambil tusuk sate terakhir.

Lalu kemudian Ashoek yang sedari tadi diam saja melihat sahabatnya , tiba-tiba menimpali, “Lah, iku dudu iwak wedhos dab” (Itu bukan daging kambing), “Iku iwak kucing” (itu daging kucing).

Mendengar kata-kata temannya, Ahmad serta merta tersentak. Tiba-tiba mulutnya kaku dan dimuntahkanya semua daging yang masih ada di mulutnya. Perut Ahmad mual tak karuan. Bagaimana tidak! Dia telah memakan daging kucing!

Selidik punya selidik, Ashoek memang dikenal sebagai seniman yang rada sableng. Kucing tetangganya yang sering mampir rumahnya dianggapnya menggangu karena sering mengeong keras ketika dini hari. Maka dari itu, mungkin karena terlalu sebal, dia menyembelih kucing itu dan memasaknya dengan bumbu sate. Mengenaskan memang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar