Kamis, 09 Desember 2010
Senin, 06 Desember 2010
Ditemukan Danau Darah, Kelabang, Burung Raksasa, dan Kerbau Bertelinga Sarang Lebah
KOMPAS.com — Warga Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Sabtu (4/12/2010), menemukan danau yang permukaan airnya berwarna merah dengan luas 6 hektar di perbatasan Provinsi Bengkulu atau sekitar bukit Raje Mandare. Keberadaan danau ini juga baru dapat dijangkau dalam waktu sekitar dua hari dengan berjalan kaki melewati kawasan hutan dan bukit Rimbacandi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan.

'Kami bersama rombongan 21 orang, termasuk dua paranormal, melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi dengan menelusuri tebing, hutan, dan perbukitan selama dua hari baru sampai di lokasi danau merah tersebut,' kata Asmidi, warga setempat, di Pagar Alam. Letak danau itu di sekitar perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagar Alam dan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang terkenal dengan banyak simpanan sejumlah peninggalan bersejarah, termasuk candi.

Menurut dia, di daerah itu memang banyak hal yang aneh bisa ditemukan. Bukan hanya ada danau dengan air berwarna merah, melainkan juga ada lokasi yang menimbulkan aroma pandan bila malam hari. 'Namun anehnya, meskipun dilihat dari permukaan berwarna merah, tapi ketika air diambil menggunakan tangan dan diangkat ke permukaan, justru warnanya seperti biasa, bening dan jernih,' kata dia.

Selain danau merah, di hutan Raje Mandare yang penuh keanehan itu juga ada sejumlah satwa raksasa. Misalnya, kelabang dengan lebar 30 cm dan panjangnya 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebahnya.'

'Kami bersama rombongan 21 orang, termasuk dua paranormal, melakukan ekspedisi di kawasan Rimbacandi dengan menelusuri tebing, hutan, dan perbukitan selama dua hari baru sampai di lokasi danau merah tersebut,' kata Asmidi, warga setempat, di Pagar Alam. Letak danau itu di sekitar perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagar Alam dan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, yang terkenal dengan banyak simpanan sejumlah peninggalan bersejarah, termasuk candi.

Menurut dia, di daerah itu memang banyak hal yang aneh bisa ditemukan. Bukan hanya ada danau dengan air berwarna merah, melainkan juga ada lokasi yang menimbulkan aroma pandan bila malam hari. 'Namun anehnya, meskipun dilihat dari permukaan berwarna merah, tapi ketika air diambil menggunakan tangan dan diangkat ke permukaan, justru warnanya seperti biasa, bening dan jernih,' kata dia.

Selain danau merah, di hutan Raje Mandare yang penuh keanehan itu juga ada sejumlah satwa raksasa. Misalnya, kelabang dengan lebar 30 cm dan panjangnya 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebahnya.'
Yuk Jalan Jalan Ke pulau Moyo Nusa tenggara barat

Pulau Moyo adalah salah satu objek wisata kelas dunia yang ada di Indonesia. Wisatawan mancanegara seperti Lady Diana dan Mick Jagger pernah diberitakan berlibur di Pulau ini.
Berada 2,5 km dari pulau Sumbawa dan termasuk dalam kabupaten Sumbawa Besar provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Moyo termasuk kawasan eklusif karena dikelola hanya oleh satu Resort yaitu Amanwana. Menawarkan keindahan dan keaslian alam membuat Pulau Moyo banyak diminati oleh wisatawan asing yang mencari ketenangan dalam berlibur.
Berada 2,5 km dari pulau Sumbawa dan termasuk dalam kabupaten Sumbawa Besar provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Moyo termasuk kawasan eklusif karena dikelola hanya oleh satu Resort yaitu Amanwana. Menawarkan keindahan dan keaslian alam membuat Pulau Moyo banyak diminati oleh wisatawan asing yang mencari ketenangan dalam berlibur.
Objek wisata yang ditawarkan oleh Pulau Moyo cukup beragam diantaranya wisata air terjun, aneka burung langka dan keindahan bawah lautnya tentunya dengan didukung oleh akomodasi dengan standart internasional.
Begitu ekslusif nya Pulau Moyo membuat wisatawan harus menyiapkan biaya yang cukup besar untuk menikmatinya sehingga hal ini objek wisata ini jarang dikunjungi oleh wisatawan domestik.
Untuk mencapai Pulau Moyo, anda dapat melakukan perjalanan udara dari Bali ke Sumbawa Besar yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 10-20 menit ke Ai Bari, sebuah kampung pesisir di Sumbawa Besar. Dari Ai Bari perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan speedboat sekitar 15 menit ke Pulau Moyo
Jika anda tidak mendapatkan penerbangan ke Pulau Sumbawa, perjalanan dapat dilakukan dengan melakukan penerbangan ke Lombok. Dari Lombok anda dapat melakukan perjalanan darat dan melakukan penyebrangan dari pelabuhan Khayangan ke pelabuhan Tano yang kemudian dilanjutkan kembali dengan perjalanan darat ke Sumbawa Besar. Perjalanan tersebut dapat ditempuh kurang lebih 5 Jam dengan menggunakan mobil.



sumber : http://7wolu.blogspot.com/2010/12/pulau-moyo-objek-wisata-kelas-dunia.html
Langganan:
Postingan (Atom)



