Minggu, 06 Maret 2011

for my mom

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya . Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"

"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
sdikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."

Kemudian ibunya kembali bertanya
" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 21 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam...dan memeluk mamanya.
Maafim amar ya Umi...amar sayang Umi..

Rabu, 02 Maret 2011

my History

ane cuma mau sekedar share aja nih pengalaman ane waktu di tilang sama polisi di PGC gra2 boncengannya gak pake helm..

ane critain pake bahsa ane n seinget ane aja ya gan.. yg penting intinya sama..hehe


Polisi: slamat siang mas... ini mana helmnya yg di bonceng?

ane: duh gak bawa pak td buru2..

Polisi: anda tau kan sangsinya. ywdah kmu sya tilang.. (mulai sepik2 nulis surat tilang..)

ane: wah pak damai aja deh.. gmn pak?

Polisi: damainya berapa..? (muka sok acuh)

ane: 20rb y pak.. uang saya jg lg pas2an.

Polisi: ok yaudah. mana?

ane: (ngeluarin dompet, dan di dompetnya cm ada 50rbuan 1 lembar). wah pak duit saya cuma ada selembar ini pak. ada kembalinya pak?

....Pasti kan polisi malu ngluarin duit di jalan bwt ngasih kembalian (alias malu transaksi di pinggir jalan gitu)

Polisi: yaudah kmu tukar dlu disana (sambil nunjuk warung rokok kecil di ujung jln gak jauh dr tkp). nanti duitnya ditaruh/ dititip diwarung itu aja. nanti saya yg ambil. atau gak kmu beli apa keq biar duit kamu pecah.

ane; yaudah pak saya kesana dlu. nanti saya titip di mas2 warung situ duitnya. (nuntun motor ke arah warung0

sampe di warung..

ane: mas mild sebungkus mas... brp?

pnjga warung: 12rb..

ane: ohh.. nanti yg bayar polisi yg itu ya mas.. (sambil nunjuk ke arah polisi..

Pnjaga warung: oh iya dek..

trus ane manggil polisi dr jauh..
ane: Pak disini ya!!! (sambil nunjuk ke warung)

Polisi: ya ok..!!! (sambil ngacungin jempol ke arah temen ane)

ane: mari pak..!!!! (nglambaikan tangannya ke arah polisi)


Jumat, 11 Februari 2011

For my wife

Hai perempuanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap di hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat - ayat suci kepada anak - anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji.

Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi sayangku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.

Cinta, izinkanlah aku nanti, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki - laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei sayangku.

Hei bidadariku, aku berjanji.Tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Sayang, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.

Sayang, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Sayang, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Bidadariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.
Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.

Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…
Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku

Calon Imam hidupmu

Rabu, 09 Februari 2011

yang punya penyakit jantung jangan baca ya

kisah ini terjadi di texas, amerika kira2 40 tahun yg lalu...


adalah sebuah keluarga yg berada di pinggiran texas.. keluarga tersebut terdiri dari 1 org ibu bernama lissie (46) dan 3 anak perempuannya, beth (18), mary (12) dan shue (8).. mereka hidup dengan bermodalkan pertenakan yg dulunya di kelola oleh almarhum suaminya, wallace (wafat pada usia 47).

setahun berlalu sejak kematian suami nya. sejak peristiwa kebakaran yg terjadi di gudang jerami mereka. pada hari kejadian itu, wallace sedang memberi makan sapi2 yg ada di ranch. sedangkan ke 3 anak nya saat itu sedang bermain di gudang jerami. beth sang anak sulung sedang bermain bayangan dgn sebuah lilin. keadaan berjalan baik, 2 org adik nya senang melihat permainan bayangan tangan sang kakak... entah angin dr mana yg menerbangkan lilin mereka sehingga jatuh ke dalam tanah gambut yg mengandung sedikit gas dan mengenai jerami yg ada...



asap membumbung tinggi, dr jauh lissie berteriak sambil menangis memanggil suaminya, tanpa membuang waktu wallace segera berlari ke dalam gudang.. di lihat nya beth dan mary terbatuk2 keluar dr gudang.. dimana shue kata wallace? dia masih di dalam kata mary.. segera bergegas sang ayah masuk kedalam.. singkat cerita sang anak berhasil di selamatkan namun naas sang ayah meninggal karena kehabisan oksigen..

1 thn sejak itu, rumah mereka yg indah berubah menjadi angker. dr dalam gudang sering terlihat cahaya lilin temaram yg menyala tiba2, dan kemudian mati kembali. sering pula terdengar suara gumaman laki2 dewasa.

keadaan bertambah parah, anak bungsu mereka shue, sering kehilangan kesadaran. dan seperti lazimnya org kesurupan shue berteriak2 tanpa sadarkan diri, teriakan tersebut begitu memilukan. seperti suara seorang laki2 dewasa yg sedang tersiksa dan berteriak2...



seminggu berlalu keadaan shue makin parah. matanya merah, dan tatapan nya makin kosong, sang ibu bergegas ke kota memanggil pendeta untuk melakukan penyucian terhadap mahluk halus.. nicholas the demon slayer begitu sang pendeta di panggil..

di kamar shue, sang pendeta mengusap dahi shue, alangkah kagetnya dia melihat lambang pentagram di dahi sang anak.. rupanya ini.. ini sebab knp dia tak jg kunjung sembuh. dia terus di hinggapi oleh roh yg sangat dekat dengan dia..


Spoiler for perhatiin lambang setan dahi kanan atas:


sesudah mempersiapkan semuanya sang pendeta segera melakukan doa2. sambil menyirami air suci yg sudah di doakan. selang bbrp puluh menit, shue berteriak sambil mencengkeram tangan ibunya.. sang pendeta berkata pergilah, jgn hinggapi anakmu terus, jgn khawatirkan keadaan anak mu sebab kami merawatnya dgn baik. pergilah dgn tenang jiwamu telah di sucikan..

3 hari setelah itu kesehatan shue semakin baik. pelan2 dia bisa kembali bermain dgn mary dan beth kedua kakaknya.. sang ibu pun tak lupa berdoa kepada almarhum suaminya agar ia bahagia di atas sana...