Sabtu, 28 Mei 2011

Daftar Software Yang Digunakan Facebook

Tantangan besar bagi engineer Facebook adalah menjaga agar situs tetap hidup dan berjalan lancar meskipun menangani hampir setengah miliar pengguna aktif. Artikel ini mencoba melihat beberapa perangkat lunak dan teknik yang mereka gunakan untuk mencapai hal tersebut.
Skala tantangan Facebook

Sebelum kita masuk ke hal yang lebih detail, berikut adalah beberapa fakta sebagai gambaran tentang skala tantangan yang harus diurusi Facebook :
Facebook melayani 570 miliar tampilan halaman per bulan (menurut Google Ad Planner).
Foto di Facebook lebih banyak daripada gabungan semua situs foto lainnya.
Lebih dari 3 milyar foto di-upload setiap bulannya.
Facebook melayani 1,2 juta foto per detik. Ini tidak termasuk gambar dilayani oleh CDN Facebook.
Lebih dari 25 miliar konten (status update, komentar, dll) yang di-share setiap bulan.
Facebook memiliki lebih dari 30.000 server (jumlah ini adalah data tahun lalu!)
Software di Balik Facebook

Dalam beberapa hal Facebook masih merupakan situs yang berbasis LAMP (sejenisnya), namun diubah dan diperluas operasinya dengan memasukkan banyak elemen dan layanan lain, dan dimodifikasi pendekatannya menjadi seperti yang ada saat ini.

Sebagai contoh:

* Facebook masih menggunakan PHP, tetapi telah dibuat compilernya sehingga dapat diubah menjadi kode asli pada server webnya, sehingga meningkatkan kinerja.
* Facebook menggunakan Linux, tetapi telah dioptimalkan untuk keperluan sendiri (terutama dalam hal jaringan).
* Facebook menggunakan MySQL, tetapi terutama sebagai key-value persistent storage, moving joins and logic ke server web karena optimasinya lebih mudah dilakukan di sana (di “sisi lain” dari memcached).

Lalu ada custom-written systems, seperti Haystack, sebuah object store yang sangat scalable digunakan untuk melayani foto-foto di Facebook yang banyak sekali, atau Scribe, sistem logging yang dapat beroperasi pada skala Facebook.

Sekarang mari kita bahas (sebagian dari) perangkat lunak (software) yang digunakan Facebook dalam menyediakan situs jejaring sosial terbesar di dunia.




Memcached

Memcached saat ini menjadi salah satu perangkat lunak paling terkenal di internet. Ia merupakan sistem caching memori terdistribusi yang digunakan Facebook (dan banyak situs lainnya) sebagai lapisan caching antara server web dan server MySQL (karena akses database relatif lambat).

Selama bertahun-tahun, Facebook telah berkali-kali melakukan optimasi pada memcached dan perangkat lunak sekitarnya (seperti mengoptimalkan penumpukan jaringan).

Facebook menjalankan ribuan server memcached dengan puluhan terabyte data cache pada satu titik waktu. Kemungkinan ini merupakan instalasi memcached terbesar di dunia.




HipHop for PHP

PHP, sebagai scripting language, relatif lambat bila dibandingkan dengan kode yang berjalan secara native di server. HipHop mengubah PHP menjadi kode C++ yang kemudian dapat dikompilasi untuk menghasilkan performa yang lebih baik.

Hal ini telah memungkinkan Facebook untuk mengoptimalkan server webnya karena ia sangat bergantung pada PHP untuk melayani konten.

Sebuah tim kecil engineer (awalnya hanya tiga orang) di Facebook menghabiskan 18 bulan mengembangkan HipHop, dan sekarang telah di produksi.

Haystack

Haystack adalah sistem penyimpanan/pencarian foto berkinerja tinggi pada Facebook (Sesungguhnya Haystack adalah sebuah penyimpanan object, sehingga tidak menyimpan foto). Ia mengerjakan kerja berat, ada lebih dari 20 miliar foto yang diunggah di Facebook, dan masing-masing disimpan dalam empat resolusi yang berbeda, menghasilkan lebih dari 80 miliar foto.

Dan hal tersebut bukan hanya tentang kemampuan menangani miliaran foto, kinerja juga sangatlah penting. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Facebook melayani sekitar 1,2 juta foto per detik, angka yang tidak termasuk gambar/foto dilayani oleh CDN Facebook.


BigPipe

BigPipe adalah sistem layanan halaman web dinamis yang dikembangkan oleh Facebook. Facebook menggunakannya untuk melayani setiap halaman web dalam beberapa bagian (disebut “pagelets” untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

Misalnya, jendela chat diambil secara terpisah, feed berita diambil secara terpisah, dan seterusnya. Pagelets ini dapat diambil secara paralel, sehingga kenerja tetap terjaga, dan juga memungkinkan user mengakses situs dengan baik meskipun beberapa bagian dinonaktifkan atau rusak.


Cassandra

Cassandra adalah sistem open source yang berfungsi sebagai menejemen database terdistribusi. Facebook kemudian mengembangkannya dengan NoSQL dan menggunakannya untuk fitur Inbox Search. Selain facebook, sejumlah layanan lain juga menggunakannya, misalnya Digg.

Scribe

Scribe adalah sistem logging fleksibel yang digunakan secara internal oleh Facebook untuk banyak tujuan. Ia dikembangkan untuk menangani logging pada Facebook, dan secara otomatis menangani kategori logging baru yang muncul.


Hadoop dan Hive
Hadoop adalah implementasi map-reduce open source yang memungkinkan untuk melakukan perhitungan data dalam jumlah besar. Facebook menggunakannya untuk analisis data (dan seperti yang kita ketahui, Facebook memiliki data dalam jumlah yang besar).

Hive dikembangkan oleh Facebook, dan dengannya dimungkinkan untuk menggunakan query SQL terhadap Hadoop, sehingga lebih mudah bagi non-programmer untuk menggunakannya.

Baik Hadoop dan Hive adalah open source dan digunakan oleh sejumlah layanan besar, misalnya Yahoo dan Twitter.


Thrift
Facebook menggunakan beberapa bahasa yang berbeda untuk beberapa layanannya. PHP digunakan untuk front-end, Erlang digunakan untuk Chat, Java dan C + + juga digunakan di beberapa tempat (dan mungkin bahasa lainnya juga).

Thrift adalah cross-language framework yang dikembangkan secara internal untuk mengikat semua bahasa yang berbeda tersebut, sehingga memungkinkan komunikasi antar bahasa tersebut. Hal ini memudahkan Facebook untuk pengembangan lintas-bahasanya.


Varnish

Varnish adalah akselerator HTTP yang bertindak sebagai penyeimbang beban dan juga konten cache yang kemudian dapat dilayani secepat kilat. Facebook menggunakan Varnish untuk melayani foto dan gambar profil, penanganan miliaran permintaan setiap hari. Seperti hampir semua yang digunakan Facebook, Varnish adalah open source.

Hal-hal lain yang membantu Facebook berjalan lancar

Kita telah menyebutkan beberapa perangkat lunak yang membangun sistem Facebook dan membantu layanannya dengan benar. Tetapi penanganan sistem sebesar itu merupakan tugas yang kompleks. Berikut adalah hal-hal yang dilakukan Facebook untuk menjaga agar layanannya tetap berjalan lancar.


Gradual releases and dark launches

Facebook memiliki sistem yang mereka sebut Gatekeeper yang memungkinkan mereka menjalankan kode yang berbeda untuk sekumpulan pengguna yang berbeda. Ini memungkinkan Facebook untuk melakukan rilis bertahap fitur-fitus baru, pengujian A/B, mengaktifkan fitur tertentu hanya untuk karyawan Facebook, dll.

Gatekeeper juga memungkinkan Facebook untuk melakukan sesuatu yang disebut “dark launches”, yaitu untuk mengaktifkan unsur-unsur dari fitur tertentu di balik layar sebelum ditayangkan (tanpa sepengetahuan pengguna).

Hal ini berfungsi sebagai tes nyata dan membantu mengekspos kemacetan dan masalah-masalah lain sebelum fitur tersebut secara resmi diluncurkan. Dark launches biasanya dilakukan dua minggu sebelum peluncuran resmi.


Profiling of the live system

Facebook memonitor sistemnya secara cermat dan juga memantau kinerja setiap fungsi PHP dalam live production environment. Profiling PHP ini dilakukan dengan menggunakan sebuah tool open source yang bernama XHProf.


Gradual feature disabling for added performance

Jika Facebook mengalami masalah kinerja, ada sejumlah tuas yang secara bertahap menonaktifkan fitur kurang penting untuk meningkatkan kinerja fitur utama Facebook.

Kalau kita perhatikan, ternyata Facebook banyak menggunaka open source untuk membangun sistemnya. Tidak hanya menggunakan, Facebook juga memberikan kontribusi untuk perangkat lunak open source seperti Linux, memcached, MySQL, Hadoop, dan lainnya.


Lebih daripada itu, Facebook juga menjadikan software-software yang dikembangkan secara internal oleh mereka sebagai open source. Contoh proyek open source yang berasal dari Facebook adalah HipHop, Cassandra, Thrift dan Scribe.

Daftar software open source di mana Facebook terlibat dalam pengembangannya dapat di lihat di halaman Facebook’s Open Source.

Nasib Tragis Wanita Pendaki Everest Pertama Asal Indonesia




Pendaki Everest Pertama Asal Indonesia Depresi

Tidak adanya pengakuan dan penghargaan yang layak atas prestasi membuat atlet pendaki wanita Indonesia pertama yang menancapkan Merah Putih di Puncak Everest, Clara Sumarwati, mengalami depresi. Clara kini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Dokter Suroyo, Magelang, Jawa Tengah.

Pada 1996 nama Indonesia diharumkan dengan pendakian puncak Everest oleh para atlet pendaki bersama tim Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat. Salah seorang pendaki dalam misi pengibaran Merah Putih di puncak Everest ini adalah seorang wanita bernama Clara Sumarwati asal Yogyakarta.

Namun sayang, meski mengantongi prestasi sebagai wanita Indonesia pertama yang menancapkan Merah Putih di puncak Everest, Clara tidak mendapat penghargaan yang layak. Hanya bintang Nararya dari Presiden Soeharto yang didapatkan. Selebihnya tidak ada sama sekali. Sakit hati Clara makin menjadi ketika sejumlah pihak termasuk pemerintah menyangsikan prestasinya karena tidak ada bukti. Lapangan pekerjaan yang dijanjikan pun tak kunjung ia dapatkan.

Bukan kali ini saja Clara mendapat perawatan kejiwaan karena depresi. Pada 1997 dan 2000, wanita berusia 35 tahun itu juga mendapat perawatan yang sama. Menurut dokter, gangguan kejiwaan yang dialami Clara disebabkan rasa kecewa berat karena prestasinya tidak dihargai.

Setelah tiga bulan dirawat di RSJ Dokter Suroyo akhir September lalu, kondisi Clara mulai membaik. Namun kini kembali terguncang setelah mendengar kabar kerabat dan masyarakat di sekitarnya tidak mau menerimanya lagi.


NASIB MALANG PEREMPUAN PERTAMA INDONESIA PENAKLUK EVEREST

Semangat besar penuh gelora bagi seorang pendaki untuk menaklukkan suatu puncak gunung adalah hal yang wajar, namun semangat tersebut harus dilandasi dengan mental yang kuat agar nantinya tidak terjadi kekecewaan.

Semangat besar seorang perempuan kelahiran Yogyakarta 9 Juli 1965, Clara Sumarwati, telah mengantarkannya menaklukkan puncak Gunung Everest, Nepal, namun nasibnya kini kurang beruntung karena dia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. dr. Soerojo Magelang akibat gangguan jiwa yang dideritanya.

Clara merupakan perempuan warga Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest berketinggian 8.848 meter di atas permukaan air laut pada 26 September 1996.

Perempuan lajang lulusan Psikologi Pendidikan Universitas Atmajaya Jakarta ini merupakan pasien kambuhan yang sudah tiga kali menjalani perawatan di RSJ Magelang. Gangguan jiwa yang dideritanya beberapa kali kambuh karena dia tidak rutin mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter.

Clara menjalani perawatan pertama di RSJ Magelang pada 1997, waktu itu dia mengalami gangguan jiwa cukup parah. Di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Minggiran MJ II Yogyakarta, dia dikenal sering marah dan mengamuk jika sedang kambuh.

"Ketika pertama masuk ke RSJ, dia masih sering mengamuk tidak terkendali," kata Kepala Humas RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, Syaiful Hadi.

Semula di lingkungan RSJ tidak ada yang percaya Clara sebagai sosok wanita petama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang pernah menaklukkan Mount Everest. Meskipun berkali-kali Clara menceritakan perihal dirinya pada perawat dan dokter, namun tidak satu pun dari mereka yang mempercayai.

Hal tersebut diakui Rida Utami, seorang perawat di Bangsal W3/Wisma Drupadi, di mana Clara menjalani perawatan. Rida mengaku kerap menjadi tempat curahan hati bagi pasiennya Clara.

"Clara sering bercerita tentang sejumlah pendakiannya, termasuk ketika dia mencapai Mount Everest dan berhasil menancapkan Bendera Merah Putih di sana," katanya.

Namun, pihak rumah sakit hanya mengganggap pengakuan Clara sebagai angin lalu saja dan menganggap hal itu sebagai obsesi seorang yang sedang mengalami gangguan jiwa.

Cerita Clara hanya dianggap sekadar omongan orang yang mengalami gangguan jiwa. Hal ini diakui Direktur RSJ Magelang, Djunaedi Tjakra Werdaya.

"Memang berkali-kali Clara menceritakan prestasinya itu, namun semua cerita itu hanya kami tampung, tetapi tidak ada yang percaya," katanya.

Pengakuan Clara yang mempunyai prestasi dan keberadaannya sebagai sosok istimewa yang pernah mengharumkan nama Bangsa Indonesia baru terungkap beberapa hari lalu ketika ada tim penilai pemuda pelopor dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga datang untuk menilai Poppy Safitri, wakil kontingen Jawa Tengah untuk lomba pemuda pelopor tingkat nasional.

Salah satu aktivitas Poppy adalah mengajar tari di RSJ Magelang. Dalam kunjungan ke RSJ itulah, salah satu anggota tim yakni Deputi Menpora Hamzah mengenali sosok Clara. Hamzah pun terkejut menjumpai Clara yang dikenalnya sebagai pendaki hebat andalan Indonesia, yang ternyata menjadi pasien RSJ. Dari pertemuan itulah akhirnya pihak RSJ percaya pengakuan Clara selama ini.

"Dengan pertemuan tersebut, menambah keyakinan kami bahwa Clara sudah sembuh karena bisa menceritakan dengan benar segala sesuatu yang pernah dialaminya," kata Djunaedi. Frustrasi berkepanjangan

Menurut dokter yang merawatnya, dr. Hariyono Padmosudiro SpKJ, Clara telah dirawat di RSJ Magelang sejak 30 Juni 2009. Dia telah menjalani perawatan di RSJ Magelang untuk ketiga kalinya, pertama pada 1997 dan kedua tahun 2000.

Menurut dia, Clara mempunyai gangguan ke arah paranoid, dia selalu diliputi rasa curiga yang tidak berdasar dan tidak realistis pada lingkungan bahkan cenderung mengganggu lingkungan sosial.

"Meskipun tidak ada apa-apa, tetapi dianggapnya ada orang yang mau mencelakakannya," katanya mencontohkan.

Pemicu kondisi tersebut, katanya, antara lain dia mempunyai prestasi tetapi dirasakannya tidak ada orang yang menghargai atau mempercayainya, sehingga dia merasa frustrasi berkepanjangan.

"Berdasarkan data yang kami miliki tidak ada faktor keturunan. Rasa kecewa sebagai pencetus meskipun ada latar belakang sebelumnya berupa mental yang rapuh," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya kondisinya sekarang sudah baik, bisa berperilaku sosial dengan bagus. Secara klinis medis sudah bisa dipulangkan, tetapi keluarga dan masyarakat belum mau menerimanya.

Hariyono berharap keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggalnya mau menerimanya, namun mereka mungkin mempunyai trauma masa lalu sehingga belum bisa menerima kehadirannya.

"Petugas kami akan berusaha meyakinkan mereka, bahwa Clara sudah bisa berperilaku sosial dengan baik, dan hal ini perlu mendapat dukungan dari keluarga maupun masyarakat," katanya.

Clara mengungkapkan, penyakit yang dideritanya disebabkan oleh kekesalan dan kekecewaannya yang bertumpuk selama ini, salah satu kekecewaannya karena tidak ada penghargaan dari pemerintah atas prestasinya.

"Bahkan, saya pernah mengajukan surat keterangan resmi dari pemerintah bahwa saya merupakan warga negara Indonesia, tetapi sampai sekarang tidak pernah diberikan. Padahal surat itu penting bagi saya untuk mencari sponsor di luar negeri untuk melakukan pendakian ke tujuh puncak gunung yang menjadi cita-cita saya," katanya.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya kepada seorang Komandan Kopasus waktu itu yang telah menjanjikan akan memberikan hadiah rumah dan mobil setelah berhasil melakukan pendakian ke puncak Everest, namun hingga sekarang janji itu tidak pernah terwujud.

Selain itu, katanya, lingkungannya tidak ada yang percaya bahwa dirinya seorang pendaki yang pernah menaklukan puncak Everest.

"Padahal, ketika pendakian yang disponsori panitia 51 Tahun Kemerdekaan RI itu saya membawa lima orang saksi dari asosiasi pendaki Nepal. Hanya saja, pendokumentasiannya lemah, sehingga tidak ada yang percaya. Namun, tetap ada dokumentasinya, videonya juga masih ada di rumah," katanya.

Menurut dia, penyakitnya itu juga disebabkan dirinya pernah membuka masker oksigen ketika sampai di puncak Everest pada ketinggian. "Waktu membuka masker walaupun sebentar, nafas terasa tertekan dan ada rasa berat di bagian kepala. "Sampai sekarang, kalau tidak mengonsumsi obat, saya sering merasa tidak sanggup mengontrol diri," katanya.

Putri keenam pasangan Markus Mario (alm) dan Ana Sumarwati ini masih mempunyai keinginan untuk menaklukkan sejumlah puncak gunung di dunia ini, antara lain Gunung Vinson di Antartika, Kalimanjaro di Afrika, Kinley di Amerika, dan puncak Cartens Jayawijaya. 

LATIHAN MILITER TNI INDONESIA

LATIHAN MILITER TNI INDONESIA